Wednesday, May 12, 2010

Indonesian Future Leader: Potret Anak Bangsa

Oleh Danang A. Nizar

Fase remaja dalam kehidupan manusia adalah fase yang sangat penting, karena fase tersebut adalah jembatan dari masa kanak-kanak menuju kepada kedewasaan. Fase peralihan inilah yang sering dipenuhi dengan berbagai macam eksperimen sosial, pencarian jati diri, dan sebagainya. Sebagian ada yang sibuk dengan pemikiran mereka (sampai lupa untuk merealisasikannya) dengan embel-embel ‘idealisme’ dan sebagian lagi justru ada yang direpotkan dengan permasalahan klasik seperti narkoba. Di luar seluruh hingar-bingar dunia remaja yang penuh pencarian tersebut, ternyata masih ada sekelompok anak muda yang mau bekerja (bukan hanya berpikir) untuk membangun bangsa ini; melalui wadah yang bernama Indonesian Future Leader (IFL).

IFL merupakan sebuah komunitas anak muda yang terbentuk pada September 2009. Sebenarnya IFL merupakan sebuah kelanjutan dari sebuah komunitas yang bernama ICCC (Indonesian Critical Children Community) yang terbentuk di Padang. Tujuh anak muda yang merupakan otak dan penggerak komunitas ini adalah M. Iman Usman, Niwa Rahmad Dwitama, Andhyta Firselly Utami, Dian Aditya NL, Rafika Primadesti, Stephanie Hardjo, dan Audry Maulana. Dari sebuah organisasi kecil yang bermula di Sumatera Barat, saat ini IFL telah didukung oleh lebih dari 100 anggota dan 3000 simpatisan. Melalui moto ‘we initiate, we act, and we inspire’, IFL mencoba untuk menggali berbagai macam bentuk potensi yang dimiliki oleh para pemuda Indonesia untuk bersama-sama meraih tujuan utama mereka; Indonesia yang lebih baik.

Untuk mencapai cita-cita besar tersebut, IFL telah melakukan berbagai macam kegiatan, diantaranya Children Behind Us, Speak Up!, IFL Goes to School, dan School of Volunteers. Children Behind Us dan School of Volunteers merupakan contoh kegiatan IFL yang berlandaskan kepedulian sosial. Dalam kegiatan Children Behind Us, anggota IFL (bekerja sama dengan British international School) mencoba untuk memberikan pendidikan gratis kepada kaum papa yang selama ini sering terlupakan di kawasan Bintaro. Bintaro, yang notabene merupakan kawasan pemukiman elit, ternyata masih memiliki sekelompok masyarakat yang terpinggirkan. Hal ini kembali mengingatkan kita betapa besarnya kesenjangan sosial di Indonesia. IFL juga telah beberapa kali mengadakan seminar atau pelatihan untuk anak muda. Topik yang dibahas pun beragam; mulai dari mengenai kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, dan masih banyak lagi. Seminar dan pelatihan ini ditujukan untuk membangun mental dan pribadi yang lebih baik pada pemuda Indonesia, agar dapat menjawab tantangan globalisasi di masa mendatang. Selain seluruh kegiatan berskala nasional yang telah disebutkan di atas, IFL ternyata juga sudah merambah dunia internasional. IFL merupakan mitra resmi dari SEAchange, sebuah gerakan pemuda se-Asia Tenggara.

Di balik semua kesuksesan ini, tentunya terdapat tangan-tangan yang tak kenal lelah bekerja demi kejayaan kaum muda Indonesia. “Kami pun mengerti bahwa mengajak anak muda untuk melakukan perubahan tidak semudah membalikkan telapak tangan.’’ sebut Rafika Primadesti, salah satu penggagas IFL. Hal ini pun dicoba untuk diatasi dengan terus mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik dan inovatif. Sebagai Kepala Bidang Kreatif, ini merupakan tugas yang cukup berat bagi Rafika. Promosi terus dilakukan dengan gencar oleh IFL untuk menarik minta para kaum muda. IFL pun memiliki situs bernama www.indonesianfutureleaders.org, yang digunakan sebagai media utama dalam mempromosikan seluruh kegiatan mereka. Selain itu, IFL juga pernah diliput oleh majalah Hai dan tabloid Star dari Malaysia. Sebenarnya masih banyak cita-cita IFL yang belum terlaksana sampai saat ini. Di masa depan, IFL ingin mengadakan Indonesian Youth Parliament, sebuah model sidang DPR, untuk menambah kepedulian kaum muda akan dunia politik Indonesia. Karena, mau tak mau, para kaum muda inilah yang akan meramaikan percaturan politik Indonesia di masa yang akan datang.

IFL merupakan sebuah contoh kerja nyata dari para pemuda Indonesia untuk kemajuan bangsa kita. Hal ini merupakan pembelajaran yang sangat baik bagi para remaja, bukan hanya di Indonesia, namun juga di dunia internasional. Semoga IFL dapat terus bekerja dan menorehkan tinta emas dalam sejarah kepemudaan Indonesia. Jayalah Indonesia!

No comments:

Post a Comment